Tampilkan postingan dengan label INSFIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSFIRASI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Memperbaiki Diri
selalu ada cintamuMinggu, 23 Januari 2011 0 komentar

Ada yang bilang, "sebuah proses perbaikan diri yang  terus-menerus dapat menuju kesempurnaan", itu benar (jika diartikan: sempurna dari hari-hari sebelumnya). Tapi ada juga yang bilang, "tak ada manusia yang sempurna" itu juga benar..

Kita juga sering mendengar kata untung dan rugi, tapi yakin deh tidak ada seseorang diantara kita yang mau memilih rugi.

Ada hadits yg sering kita dengar:


Barangsiapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.


Tapi adakah seseorang diantara kita mampu menjadi orang yang beruntung tiap harinya secara terus menerus?

Aku yakin tidak ada orang yang seperti itu, sebab keimanan manusia itu turun naik..
(Eh, Jadi bertanya, apa benar itu sebuah hadits? Kalau benar, shahih kah?).
Meskipun iman itu naik turun tapi jika tidak terus memperbaiki diri, bisa jadi kita termasuk orang yang benar-benar celaka karena iman yang terus-menerus turun tsb.

Pada dasarnya, memperbaiki diri (menjadi lebih baik) adalah kebutuhan utama dalam hidup.. Memperbaiki diri memerlukan tekad yang kuat, semangat serta pengorbanan.


...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan (nasib) suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan (nasib) yang ada pada diri mereka sendiri... (
QS. Ar-Ra'd: 11)


Kita adalah manusia yang diberi akal oleh Allah dibandingkan makhlukNYA yang lain, tapi kita terkadang sering kalah dengan mereka dalam hal ketaatan padaNYA..

Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepadaNya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masingnya telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(QS. An Nuur:41)


Dan kita tidak selalu bisa memperbaiki diri sendirian, sebab kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri..

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat- menasihati supaya menetapi kesabaran. 
(QS. Al-'Ashr)

Dan perubahan itu (berawal) dimulai dari seorang ibu. Sebab anak yang "sehat" dan hebat "terbentuk dari seorang ibu yang "sehat dan hebat" juga. Tapi walaupun sejak kecil kita hanya mendapatkan seorang ibu yang biasa-biasa saja maka tentu saja kita masih dapat berubah, seperti yang dikatakan Aa Gym bahwa perubahan itu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil dan mudah, dan mulai sekarang juga..

Masalah tidak maha besar, hanya ALLAH Yang Maha Besar
selalu ada cintamu 0 komentar

ANDA MUNGKIN TERLUKA karena persoalan yang Anda hadapi...

"Katakanlah, Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan.." (al- An'am [6] : 64)

Seorang ahli hikmah berkata, "Sesungguhnya ketenangan pikiran tidak akan tercapai melainkan dengan menerima kemungkinan yang terburuk. Dan bila dilihat dari sisi kejiwaan, bahwa sesungguhnya penerimaan itu akan membebaskan semangat dari ikatan-ikatan dan batasan-batasannya".

Sesungguhnya, penyesalan yang berlarut-larut tarhadap kegagalan masa lalu dan tangisan atas penderitaan dan kekalahan--dalam pandangan Islam--merupakan salah satu fenomena kekufuran dan marah terhadap takdir-NYA..

Hadapi ketakutanmu, Warnai sejarahmu
selalu ada cintamu 0 komentar

"dosa terbesar adalah ketakutan"
 (Ali Bin Abi Thalib)


Pecundang atau Pemenang?

Sangat memalukan jika menjadi seorang penakut dengan ketakutan yang berlebihan yang pada akhirnya membuat kita lari dari masalah adalah salah satu tindakan seorang pengecut. Seorang pengecut adalah seorang pecundang yang selalu mencari jawaban atas setiap masalah. Berbeda dengan seorang pemenang yang selalu mencari solusi atas setiap masalah.

Pertanyaannya adalah, yang manakah pilihan kita?
Menjadi seorang pecundang atau menjadi seorang pemenang?


Sang Pendidik..
Hmm,
Menjadi seorang ibu adalah amanah yang harus Aku pikul. Walaupun hanya menjadi seorang pendidik dalam suatu keluarga yang muridnya adalah anak kandungku sendiri.

Tapi ini adalah amanah, Allah menitipkannya padaku, Subhanallah..

Dan amanahku semakin luar biasa ketika aku menjadi seorang guru. Ya kau tahu, Anakku semakin bertambah banyak. Dan mereka adalah remaja, para pencari jati diri..

Mereka adalah anak-anak kreatif, luar biasa. Tapi sayangnya beberapa orang dari mereka tidak berusaha menunjukkan bahwa mereka adalah gifted boy. Sikap malas, tidak disiplin, dsb menghalangi mereka meraih kesuksesan. Sayang sekali.

Lalu imbasnya berupa beberapa susunan-susunan angka yang mengecewakan muncul di raport akhir semester mereka.. Hingga akhirnya bukan cuma orangtua sibuk memberikan Ia pertolongan, tp juga wali kelas dan guru juga disibukkan. Kerja dua kali sepertinya. Tp ini semua karena amanah dan rasa sayang yang besar pada mereka..


Bagaimana bisa terjadi seperti itu..

Karena mereka hanya bisa menunggu bantuan dari orang lain dengan tanpa terlebih dahulu menolong diri mereka sendiri. Padahal semua yang terjadi adalah zaman mereka, zaman mereka adalah sejarah mereka sendiri, sejarah mereka adalah tantangan mereka sendiri. Tapi yang terjadi bahwa mereka tidak berusaha mewarnai sejarah mereka masing-masing. Ironis...


Harapan terbesar orangtua adalah di dalam diri seorang anak.
Aku bisa faham, melihat dalam diri orangtua tersebut dan karena akupun seorang ibu, bagaimana rasa yang tercampur aduk. Terluka, marah, sedih, kecewa dan sebagainya bercampur aduk jadi satu. Bisa dibayangkan.. Tapi anak tetaplah anak, Pengorbanan paling besar pun pasti akan dilakukan orangtua.. karena anak adalah harapan terbesar orangtua.. Semua perasaan itu adalah wajar, tapi tidak pernah sedikitpun terlintas rasa kebencian.. Seekor harimau lapar sekalipun tak akan pernah memakan anaknya..
...............
Entahlah, tapi Aku pasti akan melakukan sebaik mungkin untuk anak didikku. Sekonyol apapun yang mereka perbuat, seburuk apapun, bahkan kalimat sekritis apapun yang mereka lontarkan padaku. Tapi mereka tetap anak-anak yang menyenangkan bagiku..

Aku tidak akan menyerah, aku tidak mau menjadi pecundang. Karena seorang pecundang tidak akan bisa melahirkan para pemenang...


Anakmu bukan milikmu, tetapi milik zamannya. Sejarahnya, tantangannya! Jangan biarkan ia menjelma sepertimu. Biarkan dia memiliki semua jawaban bagi zamannya.
(Ali Bin Abi Thalib)